Jasapublikasi – Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah ruhani, sebuah festival ibadah di mana setiap detiknya bernilai pahala berlipat ganda. Salah satu menu utama dalam “hidangan” Ramadhan adalah shalat tarawih. Seiring berjalannya waktu, tepatnya saat memasuki malam ke-7, semangat sebagian orang mungkin mulai diuji. Namun, jika kita menilik fadhilah shalat tarawih malam ke 7, niscaya rasa lelah itu akan sirna berganti semangat yang membara.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa saja keutamaan luar biasa yang dijanjikan bagi mereka yang mendirikan shalat tarawih di malam ketujuh, serta bagaimana menjaga konsistensi ibadah hingga akhir bulan suci.
Apa Itu Fadhilah Shalat Tarawih Malam ke-7?
Berdasarkan kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khaubawi, yang sering menjadi rujukan mengenai keutamaan tarawih harian, disebutkan bahwa:
“Pada malam ketujuh, orang yang melaksanakan shalat tarawih seolah-olah ia mencapai derajat menolong Nabi Musa AS dalam melawan Fir’aun dan Haman.”
Bayangkan betapa dahsyatnya makna di balik kalimat tersebut. Menolong seorang Rasul dalam perjuangan tauhid yang paling ikonik sepanjang sejarah manusia adalah sebuah kehormatan yang tak ternilai. Meski kita hidup ribuan tahun setelah masa Nabi Musa, Allah SWT memberikan “jalur ekspres” untuk mendapatkan pahala yang setara melalui shalat tarawih di malam ke-7.
Mengapa Fadhilah Malam ke-7 Begitu Spesial?
Untuk memahami mengapa pahala malam ketujuh diserupakan dengan perjuangan Nabi Musa AS, kita perlu melihat beberapa poin penting berikut:
1. Simbol Perjuangan Melawan Kebatilan
Nabi Musa AS adalah simbol perlawanan terhadap tirani Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan. Dengan menjalankan tarawih malam ke-7, kita diajak untuk memperkuat “otot” spiritual kita agar mampu melawan “Fir’aun-Fir’aun” kecil dalam diri kita, yaitu hawa nafsu dan kesombongan.
2. Penguatan Iman di Fase Awal
Malam ketujuh menandai akhir dari satu minggu pertama Ramadhan. Biasanya, ini adalah fase transisi di mana tubuh mulai terbiasa, namun mental mulai jenuh. Fadhilah yang besar ini diberikan sebagai stimulan agar hamba-Nya tidak kendor dalam beribadah.
3. Pahala yang Melampaui Zaman
Allah Maha Pemurah. Dia memberikan kesempatan bagi umat Nabi Muhammad SAW untuk meraih pahala amal-amal besar umat terdahulu hanya dengan konsistensi menjalankan ibadah sunnah yang ringan namun berkesinambungan.
Makna Filosofis “Menolong Nabi Musa” bagi Muslim Modern
Mungkin Anda bertanya, “Bagaimana relevansinya menolong Nabi Musa dengan kehidupan kita sekarang?” Di era modern ini, “Fir’aun” bisa mewujud dalam bentuk distraksi gadget, kecintaan dunia yang berlebihan, atau sifat malas yang menghambat produktivitas ibadah.
Melaksanakan tarawih malam ke-7 adalah bentuk deklarasi bahwa kita berada di pihak “kebenaran”. Kita memilih untuk berdiri di hadapan Allah selama beberapa rakaat daripada tenggelam dalam hiburan yang tidak bermanfaat. Inilah bentuk nyata “menolong agama Allah” di masa kini.
Tips Agar Konsisten Tarawih Hingga Malam ke-7 dan Seterusnya
Banyak masjid yang mulai memperpendek safnya saat memasuki malam ketujuh. Agar Anda tidak termasuk dalam golongan yang “gugur” di tengah jalan, berikut tips praktisnya:
-
Pahami Keutamaannya: Selalu ingat fadhilah shalat tarawih malam ke-7 yang setara menolong Nabi Musa. Pengetahuan adalah motivasi terbaik.
-
Buka Puasa Secukupnya: Perut yang terlalu kenyang akan mengundang kantuk yang hebat saat tarawih. Makanlah dengan porsi yang pas.
-
Niatkan sebagai Istirahat: Kata “Tarawih” berasal dari bahasa Arab yang berarti “santai” atau “istirahat”. Jangan anggap tarawih sebagai beban, tapi sebagai waktu istirahat bagi jiwa dari hiruk pikuk dunia.
-
Cari Lingkungan yang Mendukung: Berjamaah di masjid biasanya lebih ringan daripada shalat sendiri di rumah karena adanya energi kolektif dari jamaah lain.
Ringkasan Fadhilah Tarawih Pekan Pertama
| Malam Ke- | Keutamaan / Fadhilah |
| 1 | Keluar dari dosa seperti bayi yang baru lahir. |
| 2 | Diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya (jika mukmin). |
| 3 | Malaikat berseru agar memulai amal baru (dosa lama diampuni). |
| 4 | Mendapat pahala seperti membaca Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Furqan. |
| 5 | Mendapat pahala seperti shalat di Masjidil Haram, Nabawi, dan Al-Aqsa. |
| 6 | Mendapat pahala seperti tawaf di Baitul Ma’mur. |
| 7 | Mendapat pahala seolah menolong Nabi Musa AS melawan Fir’aun. |
Menilik Keaslian Riwayat Fadhilah Tarawih
Sebagai muslim yang cerdas, kita juga perlu menyikapi riwayat tentang fadhilah tarawih per malam ini dengan bijak. Sebagian ulama ahli hadits menyebutkan bahwa riwayat dalam kitab Durratun Nasihin tersebut memiliki derajat yang diperdebatkan.
Namun, terlepas dari perdebatan status haditsnya secara spesifik, para ulama sepakat bahwa:
-
Shalat Tarawih secara umum adalah Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan).
-
Setiap ibadah di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya tanpa batas.
-
Memotivasi diri dengan Fadhailul A’mal (keutamaan amal) adalah hal yang baik selama tidak meyakini hal-hal yang bertentangan dengan syariat inti.
Jadi, meskipun Anda ragu akan spesifikasi “Pahala Nabi Musa”, yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan satu sujud pun yang Anda lakukan di malam ke-7 tersebut.
Menjaga Kualitas Shalat Tarawih
Bukan hanya soal mengejar fadhilah malam ke-7, kualitas shalat juga menentukan apakah kita layak mendapatkan pahala tersebut. Perhatikan hal berikut:
-
Tumakninah: Jangan terburu-buru. Shalat tarawih yang cepat tanpa tumakninah justru berisiko tidak sah.
-
Kekhusyukan: Resapi setiap bacaan imam. Jika tidak paham bahasa Arab, bayangkan Anda sedang berdialog langsung dengan Sang Pencipta.
-
Ikhlas: Lakukan karena mengharap ridha Allah, bukan karena sungkan dengan tetangga atau tradisi semata.
Kesimpulan
Fadhilah shalat tarawih malam ke-7 adalah anugerah besar bagi setiap mukmin yang ingin meningkatkan derajat spiritualnya. Dengan pahala yang diibaratkan seperti membela perjuangan Nabi Musa AS, malam ketujuh seharusnya menjadi titik balik bagi kita untuk semakin kencang dalam beribadah, bukan justru mulai kendur.
Ramadhan hanya datang sekali setahun. Malam ketujuh pun hanya datang sekali dalam satu Ramadhan. Jangan biarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja tanpa jejak sujud yang tulus di atas sajadah. Mari kita luruskan niat, kuatkan tekad, dan jemput keberkahan di malam ketujuh ini.








