Support WA Support

Fadhilah Shalat Tarawih Malam ke 8 Keutamaan Mendapat Anugerah Nabi Ibrahim

JasaPublikasi

Jasapublikasi – Memasuki fase kedua di pekan pertama Ramadhan, semangat seorang mukmin sering kali diuji oleh rasa lelah fisik. Namun, tahukah Anda bahwa setiap malam di bulan suci ini memiliki “hadiah” khusus yang disiapkan oleh Allah SWT? Setelah melewati malam ketujuh yang setara dengan menolong Nabi Musa, kini kita sampai pada pembahasan mengenai fadhilah shalat tarawih malam ke 8.

Memahami keutamaan ini bukan sekadar menambah wawasan, melainkan menjadi bahan bakar spiritual agar kita tetap konsisten berdiri di barisan saf hingga akhir Ramadhan.

Menyingkap Keutamaan Malam Kedelapan

Berdasarkan kitab Durratun Nasihin, sebuah kitab yang sering menjadi rujukan dalam ceramah-ceramah mengenai keutamaan Ramadhan, disebutkan bahwa:

“Pada malam kedelapan, Allah SWT memberikan anugerah kepada orang yang shalat tarawih sebagaimana anugerah yang telah diberikan-Nya kepada Nabi Ibrahim AS.”

Janji ini tentu bukan hal yang sepele. Nabi Ibrahim AS adalah Khalilullah (Kekasih Allah) dan bapak para Nabi. Bayangkan, seorang hamba yang meluangkan waktunya untuk shalat tarawih di malam ke-8 dijanjikan mendapatkan jenis anugerah yang serupa dengan yang diterima oleh salah satu manusia paling mulia di bumi.

Makna Anugerah Nabi Ibrahim AS bagi Kita

Apa sebenarnya “anugerah” yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS? Jika kita merefleksikan kisah beliau, ada beberapa poin besar yang bisa kita jadikan inspirasi dalam konteks fadhilah shalat tarawih malam ke-8:

1. Keteguhan Iman (Al-Hanafiya)

Nabi Ibrahim diberikan anugerah berupa hati yang bersih dan tauhid yang murni. Dengan melaksanakan tarawih malam ke-8, kita berharap Allah menganugerahkan kekokohan iman agar kita tidak mudah goyah oleh godaan duniawi yang kian beragam.

2. Kesejukan di Tengah Ujian

Salah satu mukjizat terbesar Nabi Ibrahim adalah ketika api yang membakarnya berubah menjadi dingin dan menyelamatkan (bardun wa salaman). Anugerah malam ke-8 bisa bermakna Allah akan memberikan ketenangan dan jalan keluar yang “menyejukkan” di tengah panasnya problematika hidup kita.

3. Doa yang Dikabulkan

Nabi Ibrahim adalah sosok yang banyak berdoa untuk keturunannya, dan doa-doa beliau dikabulkan hingga ribuan tahun kemudian. Mengambil berkah malam kedelapan berarti membuka pintu langit agar doa-doa kita pun mendapatkan atensi khusus dari Sang Pencipta.

Mengapa Malam ke-8 Sering Menjadi Titik Kritis?

Dalam tradisi masyarakat kita, malam ketujuh dan kedelapan sering disebut sebagai masa “seleksi alam”. Masjid-masjid yang tadinya penuh hingga ke teras, mulai menunjukkan barisan saf yang maju ke depan. Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi:

  • Faktor Adaptasi Tubuh: Tubuh mulai merasa lelah setelah seminggu penuh mengubah pola makan dan tidur.

  • Euforia Awal Memudar: Semangat membara di malam-malam pertama mulai tergantikan oleh rutinitas.

  • Distraksi Persiapan Lebaran: Sebagian orang sudah mulai disibukkan dengan urusan belanja atau persiapan mudik lebih awal.

Di sinilah pentingnya memahami fadhilah shalat tarawih malam ke-8. Allah sengaja menaruh ganjaran sebesar “Pahala Nabi Ibrahim” di malam ini untuk memotivasi kita agar tidak menyerah sebelum mencapai garis finish.

Tips Menjaga Stamina Ibadah di Malam Kedelapan

Agar Anda bisa meraih anugerah luar biasa ini dengan maksimal, berikut adalah tips praktis yang bisa diterapkan:

1. Manajemen Tidur (Power Nap)

Usahakan untuk tidur siang sebentar (qailulah) sekitar 15-30 menit sebelum waktu Dzuhur atau Ashar. Ini sangat efektif untuk menjaga kesegaran mata saat melaksanakan rakaat demi rakaat tarawih.

2. Konsumsi Nutrisi yang Tepat saat Berbuka

Hindari makanan yang terlalu berminyak atau terlalu manis secara berlebihan saat berbuka. Karbohidrat kompleks dan air putih yang cukup akan menjaga energi Anda tetap stabil hingga witir selesai.

3. Mengingat Kematian dan Kesempatan

Tanamkan dalam pikiran bahwa “Mungkin ini adalah Ramadhan terakhirku.” Dengan pemikiran ini, setiap rakaat di malam ke-8 akan terasa jauh lebih berharga dan khusyuk.

Perbandingan Fadhilah Pekan Pertama dan Kedua (Ringkasan)

Untuk menambah semangat Anda, mari kita lihat posisi malam kedelapan dalam rangkaian keutamaan tarawih:

Malam Intisari Fadhilah
Malam 1-3 Fase penyucian dosa dan pembersihan diri.
Malam 4-6 Fase pelipatan pahala setara kitab suci dan tempat suci.
Malam 7 Pertolongan Allah (Kisah Nabi Musa).
Malam 8 Anugerah Kenabian (Kisah Nabi Ibrahim).
Malam 9 Ibadah setara ibadah para Nabi secara umum.

Menghidupkan Malam ke-8 Selain dengan Tarawih

Meski tarawih adalah poin utamanya, Anda bisa menyempurnakan perolehan anugerah malam ke-8 dengan beberapa amalan pelengkap:

  • Membaca Kisah Nabi Ibrahim: Membaca sejarah beliau akan memberikan konteks yang lebih dalam saat Anda shalat.

  • Memperbanyak Shalawat Ibrahimiyah: Shalawat yang sering kita baca saat tasyahud akhir memiliki keutamaan besar dan sangat relevan dengan tema malam ini.

  • Sedekah Tersembunyi: Nabi Ibrahim dikenal sangat dermawan dan selalu memuliakan tamu. Meniru sifat ini di malam ke-8 akan memperkuat koneksi spiritual Anda.

Menjawab Keraguan: Apakah Hadits Fadhilah Ini Shahih?

Penting untuk memberikan edukasi yang seimbang. Para ulama ahli hadits memiliki pandangan yang ketat mengenai riwayat-riwayat fadhilah tarawih per malam. Banyak yang mengkategorikannya sebagai riwayat yang lemah (dhaif) atau bahkan maudhu’ (palsu).

Namun, poin pentingnya adalah:

  1. Fadhailul A’mal: Dalam tradisi ulama, riwayat yang lemah diperbolehkan untuk digunakan sebagai motivasi beramal, selama tidak berkaitan dengan hukum halal-haram atau akidah yang fundamental.

  2. Kepastian Pahala Umum: Walaupun spesifikasi “Pahala Nabi Ibrahim” diperdebatkan, janji Allah bahwa setiap amalan sunnah di bulan Ramadhan diberi pahala wajib, dan amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat, adalah sebuah kepastian yang shahih.

  3. Konsistensi adalah Kunci: Poin utama dari adanya fadhilah harian ini adalah agar umat Islam tidak membeda-bedakan malam dan tetap rajin beribadah sepanjang bulan.

Kesimpulan: Jangan Lewatkan Malam ke-8!

Fadhilah shalat tarawih malam ke-8 menawarkan visi tentang anugerah yang luar biasa besar. Menjadi “seperti Nabi Ibrahim” dalam hal penerimaan anugerah dari Allah adalah cita-cita setiap mukmin. Di malam ini, kita diajak untuk naik kelas, dari sekadar menjalankan kewajiban menjadi hamba yang mengejar kedekatan (taqarrub) yang spesial.

Mari kita jadikan malam kedelapan sebagai momentum untuk memperbaharui janji kita kepada Allah. Singkirkan rasa malas, luruskan punggung di dalam saf, dan sujudlah dengan penuh harap. Siapa tahu, di malam kedelapan inilah pintu rahmat Allah terbuka lebar bagi Anda, memberikan “kesejukan” atas segala api persoalan yang mungkin sedang Anda hadapi.

Selamat menjalankan ibadah shalat tarawih. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung mendapatkan anugerah-Nya

 

Bagikan:

Tags

Artikel Terkait

Kerja Sama Press Release – Diskon Hingga 75%!

Ingin tampil di media besar tanpa menguras anggaran? Saatnya manfaatkan Paket Hemat Kerja Sama dari JasaPublikasi.id dengan potongan harga hingga 75%!

Konsultasi Sekarang