Jasapublikasi – Bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ramadhan adalah sebuah paket lengkap ibadah yang didesain untuk membersihkan jiwa manusia. Salah satu ibadah yang paling dinanti dan menjadi ciri khas bulan suci ini adalah shalat Tarawih.
Banyak umat Muslim yang mencari motivasi lebih untuk tetap konsisten menjalankan tarawih hingga akhir bulan. Salah satu rujukan yang sangat populer di kalangan santri dan masyarakat Indonesia terkait motivasi ibadah ini adalah Kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khaubawi.
Dalam kitab tersebut, dijelaskan secara detail mengenai keutamaan shalat Tarawih malam 1-30. Penasaran apa saja pahala luar biasa yang menanti Anda di setiap malamnya? Mari kita kupas tuntas dengan bahasa yang santai namun penuh makna.
Mengapa Harus Kitab Durratun Nasihin?
Kitab Durratun Nasihin (Mutiara Para Penasihat) telah lama menjadi pegangan para da’i dan pengajar di pesantren untuk memberikan semangat kepada jamaah. Meskipun para ulama hadits memberikan catatan kritis terkait derajat keaslian hadits-hadits di dalamnya, mayoritas ulama memperbolehkan membacanya sebagai Fadhailul A’mal—yaitu motivasi untuk memperbanyak amal shalih.
Melihat daftar pahala yang dijanjikan di setiap malamnya membuat kita sadar betapa Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang mau meluangkan waktu untuk bersujud di malam hari.
Daftar Lengkap Keutamaan Shalat Tarawih Malam 1-30
Mari kita telusuri satu per satu “hadiah” spiritual yang dijanjikan Allah bagi mereka yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan tarawih:
Malam ke-1 hingga Malam ke-10: Fase Pembersihan
-
Malam ke-1: Keluar dari dosa-dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya. Sebuah awal yang baru (reset).
-
Malam ke-2: Diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya, asalkan keduanya mukmin.
-
Malam ke-3: Malaikat berseru di bawah Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.”
-
Malam ke-4: Mendapatkan pahala setara dengan orang yang membaca Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an (Al-Furqan).
-
Malam ke-5: Allah memberikan pahala seperti orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa.
-
Malam ke-6: Allah memberikan pahala seperti orang yang melakukan tawaf di Baitul Ma’mur dan batu-batu pun memohonkan ampun baginya.
-
Malam ke-7: Seolah-olah ia mencapai derajat menolong Nabi Musa AS saat melawan Fir’aun dan Haman.
-
Malam ke-8: Allah memberikan anugerah sebagaimana yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
-
Malam ke-9: Seolah-olah beribadah kepada Allah seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW.
-
Malam ke-10: Allah mengaruniakan kebaikan dunia dan akhirat yang lebih baik.
Malam ke-11 hingga Malam ke-20: Fase Peningkatan Derajat
-
Malam ke-11: Saat meninggal kelak, ia keluar dari dunia seperti bayi yang baru lahir (bersih tanpa dosa).
-
Malam ke-12: Pada hari kiamat, wajahnya bersinar terang bagaikan bulan purnama.
-
Malam ke-13: Datang di hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
-
Malam ke-14: Malaikat menjadi saksi bahwa ia telah shalat tarawih, sehingga Allah tidak menghisabnya di hari kiamat.
-
Malam ke-15: Para malaikat pemikul Arsy dan Kursi memintakan ampunan untuknya.
-
Malam ke-16: Allah mencatat kebebasan baginya dari api neraka dan izin masuk surga.
-
Malam ke-17: Diberikan pahala seperti pahala para Nabi.
-
Malam ke-18: Malaikat berseru: “Wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah ridha kepadamu dan kedua orang tuamu.”
-
Malam ke-19: Allah mengangkat derajatnya di surga Firdaus.
-
Malam ke-20: Allah memberikan pahala seperti pahala para syuhada (orang yang mati syahid) dan orang-orang shalih.
Malam ke-21 hingga Malam ke-30: Fase Puncak dan Pembebasan
-
Malam ke-21: Allah membangunkan sebuah rumah baginya di surga dari cahaya.
-
Malam ke-22: Selamat dari segala kesedihan dan kesusahan di hari kiamat.
-
Malam ke-23: Allah membangunkan sebuah kota untuknya di dalam surga.
-
Malam ke-24: Allah mengabulkan 24 doa atau keinginannya.
-
Malam ke-25: Allah membebaskannya dari siksa kubur.
-
Malam ke-26: Allah mengangkat derajat pahalanya setara dengan 40 tahun ibadah.
-
Malam ke-27: Ia akan melewati jembatan Shirathal Mustaqim secepat kilat yang menyambar.
-
Malam ke-28: Allah mengangkat baginya 1.000 derajat di dalam surga.
-
Malam ke-29: Allah memberikan pahala setara dengan 1.000 kali ibadah haji yang mabrur.
-
Malam ke-30: Allah berfirman: “Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air Salsabil, dan minumlah dari telaga Kautsar. Aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku.”
Makna di Balik Angka dan Janji Pahala
Membaca daftar keutamaan shalat Tarawih malam 1-30 Kitab Durratun Nasihin di atas mungkin membuat kita takjub. Namun, ada pelajaran penting yang bisa kita petik secara logis dan spiritual:
1. Konsistensi (Istiqomah)
Allah tidak memberikan seluruh pahala di malam pertama saja. Adanya rincian pahala tiap malam mengajarkan kita untuk istiqomah. Dalam Islam, amalan yang paling dicintai Allah adalah yang berkelanjutan meskipun sedikit.
2. Harapan (Raja’)
Manusia seringkali merasa kotor karena dosa. Penjelasan bahwa setiap malam ada ampunan dosa (seperti malam ke-1 dan ke-2) memberikan harapan bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertaubat.
3. Visualisasi Kebahagiaan Akhirat
Bagi banyak orang, janji seperti “rumah di surga” atau “melewati jembatan secepat kilat” adalah motivasi visual yang sangat membantu untuk mengalahkan rasa kantuk dan pegal saat berdiri lama di masjid.
Tips Agar Kuat Tarawih Sampai Malam ke-30
Banyak orang semangat di minggu pertama, namun mulai “tumbang” di pertengahan bulan. Agar Anda bisa meraih semua fadhilah di atas, coba terapkan tips berikut:
-
Niatkan sebagai Kebutuhan, Bukan Beban: Anggap tarawih sebagai waktu “me-time” dengan Allah untuk curhat dan meminta ketenangan.
-
Jangan Berlebihan saat Berbuka: Perut yang terlalu kenyang adalah musuh utama kekhusyukan. Anda akan merasa berat dan mengantuk saat rukuk dan sujud.
-
Pahami Bacaan Shalat: Setidaknya pelajari arti dari surah-surah pendek yang sering dibaca imam. Ini sangat membantu konsentrasi.
-
Ajak Teman atau Keluarga: Beribadah bersama orang tercinta akan menciptakan atmosfer kompetisi yang positif dalam kebaikan.
Kesimpulan
Mengetahui keutamaan shalat Tarawih malam 1-30 Kitab Durratun Nasihin adalah cara terbaik untuk memompa semangat ibadah kita. Dari pembersihan dosa hingga jaminan surga, setiap malamnya adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui di tahun depan.
Mari kita luruskan niat. Bukan hanya mengejar pahala yang berlipat, tapi juga mengejar ridha sang Pemilik Semesta. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi yang terbaik bagi kita semua.








